Senin, 23 Mei 2011

PKS Targetkan 10 kursi


Partai Keadilan Sejahtera(PKS) Surabaya menargetkan perolahan kursi sebesar sepuluh (10) kursi pada Pemilu 2014 mendatang.
“Kita menargetkan perolehan 10 kursi pada 2014 mendatang, saat ini konsolidasi kader sedang dilaksanakan,” tegas ketua DPD PKS Surabaya, H.Ibnu Shobir, SPd, Minggu(15/5).Menurut Ibnu Shobir, target PKS Surabaya ini merujuk pada target PKS Nasional yang mengincar tiga besar perolehan kursi legislative pada pemilu 2014 dari perolehan sebelumnya di Pemilu 2009 sebesar 7%.
Untuk mencapai target 10 kursi tersebut, lanjut Ibnu, saat ini PKS Surabaya sedang melakukan konsolidasi internal partai baik tingkat pengurus maupun di tingkat kader. Selain itu, lanjut Ibnu, partainya sedang menyiapkan banyak kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat sehingga bisa memancing kembali simpati masyarakat pada partainya.

“Saat ini harus diakui kita mendapat banyak cobaan. Banyak tudingan miring kepada PKS utamanya terkait isu Islam garis keras. Kita sedang meberikan pendidikan bagi masyarakat bahwa PKS bukan seperti yang dituduhkan sementara pihak,” tegasnya.

Sementara wakil ketua DPD PKS Jawa Timur, Ahmad Jabir menegaskan, target PKS Surabaya untuk meraih 10 kursi sudah sesuai dengan target nasional untuk mengincar tiga besar perolehan suara di legislative.
Untuk itu Jabir mendorong PKS Surabaya agar melakukan pendekatan lebih intens kepada masyarakat pemilih dengan berbagai kegiatan partai yang mendukung aspirasi dari masyarakat. “PKS harus semakin dekat dengan masyarakat. Suara kita bukan hanya dari kader tapi simpatisan dan masyarakat umum perlu mendapat perhatian lebih bagi pengurus partai,” tegasnya.
Sementara mengenai tuduhan PKS adalah anasir Islam garis keras seperti yang dituduhkan sementara pihak, Jabir menegaskan hal tersebut bukan yang pertama kali dialamatkan pada partainya. Tuduhan yang muncul belakangan merupakan upaya untuk menyudutkan PKS sebagai partai politik berbasis Islam yang sedang berkembang pesat.
“Sudah lama kita memdapat tuduhan sabagai Islam garis keras bahkan berafiliasi dengan terorisme. Namun Syukur Alhamdulillah masyarakat bisa menilai dengan kepala dingin, tapi kita juga mengupayakan agar masyarakat benar-benar tahu bahwa kita bukan seperti yang dituduhkan,” tegas Jabir. [gat]
sumber : harian-bhirawa, 18 Mei 2011

Bottom of Form